Tangerang Selatan - Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sangat menarik untuk ditunggu. Pasalnya ada 3 keluarga elite politik yang ikut mengincar kursi Tangsel nomor satu itu.
"Pertama yaitu dari keluarga dinasti Banten Ratu Atut Chosiyah yang mengusung petahana Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan yang merupakan keponakan Atut," ucap Adi Prayitno kepada Tagar, Selasa, 28 Juli 2020.
Tren positif merupakan modal bagus dan harus tetap dirawat.
Kedua yaitu dari keluarga Prabowo Subianto yang mengusung Muhamad dan Rahayu Saraswati Djodjohadikusumo. Rahayu diketahui sebagai keponakan dari Prabowo Subianto.
Terakhir atau ketiga yaitu keluarga Ma'ruf Amin, Wakil Presiden RI. Sang anak yaitu Siti Nur Azizah akan maju dan berpasangan dengan Ruhamaben.
"Pilkada Tangsel yang menarik ketika dinasti Atut di Kota Tangsel bisa tumbang. Kalau dinasti itu menang lagi, maka itu sama aja pilkada hanya sebatas seremonial atau ritual 5 tahunan yang tak berarti," ucap Adi Prayitno.

Menurut dia, tantangan utama bagi Muhamad dan Azizah yaitu bisa mengalahkan trah politik Atut. "Bagi Muhamad dan Azizah, Pilkada Tangsel membawa dua misi besar sekaligus yaitu memenangkan pilkada dan agenda demokrasi dengan mengalahkan kekuatan dinasti Banten," ujar Adi.
Adi mengatakan, Pilkada Kota Tangsel kali ini akan lebih kompetitif danuntuk melihat kekuatan calon harus ada alat ukur. "Melihat kekuatan calon, maka harus ada alat ukur seperti survey, tapi secara umum bisa lebih kompetitif," ujarnya.
Posisi Benyamin Davnie memang sebagai petahana, akan tetapi kerjanya tak terlalu terlihat, sedangkan sang wakil Pilar merupakan sosok baru.
"Kerja Benyamin tak terlalu terlihat karena tertutup aura Airin. Pilar yang mewakili dinasti Banten juga masih sosok baru yang banyak warga Tangsel yang belum mengetahui," ucap dia.
Sedangkan Muhamad, kata Adi, dinilai memiliki bekal bagus karena posisi sebelumnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel.
"Punya bekal bagus karena posisi Sekda dan itu cukup menguntungkan. Tapi butuh kerja keras juga karena wakilnya pendatang baru yang nyaris belum dikenal," ujarnya.
Sedangkan Azizah, menurut dia, memiliki posisi saling melengkapi dan meski bulan petahana dan sekda, pasangan Azizah Ruhamaben mendapat respon positif publik.
"Tinggal kerja keras untuk memenangkan pertarungan. Tren positif merupakan modal bagus dan harus tetap dirawat," ucap Adi.[]