Presiden Prabowo Sebut Kabinet Merah Putih Hampir Tidak Ada Libur: yang Tidak Sanggup Minggir

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan groundbreaking pembangunan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali.
Presiden Prabowo Sebut Kabinet Merah Putih Hampir Tidak Ada Libur: yang Tidak Sanggup Minggir. (Foto: Tagar/Dok ist)

TAGAR.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto telah melakukan groundbreaking pembangunan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8). Prosesi groundbreaking dilakukan di saat yang bertepatan dengan hari libur Maulid Nabi.

"Juga karena ini adalah Maulid Nabi, kelahiran Rasulullah kita, saya ucapkan selamat kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, juga di mana pun saudara berada," kata Prabowo dalam sambutannya.

Ia pun mengatakan, meski hari ini tanggal merah, pemerintah tetap bekerja.

"Di hari besar ini kita tetap bekerja karena kita juga menyadari bahwa kewajiban kita sebagai insan yang bertakwa selain berdoa, selain kita selalu menjunjung tinggi junjungan kita dan agama kita, kita juga harus berkarya. Kita harus bekerja keras untuk mengejar kemajuan nyata untuk rakyat kita," ujarnya.

Prabowo mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini. Dia mengungkapkan, Kabinet Merah Putih memang tetap mesti bekerja di hari libur.

"Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah," ucap Prabowo.

"Dan itu risiko, risiko pengabdian. Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara," lanjutnya.

Berita terkait
Ini Pesan Presiden Prabowo Saat Undang BRIN ke Istana
Presiden Prabowo Subianto mengundang 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Merdeka, Jakarta.
Prabowo Diminta Presiden Korsel Menjembatani Dialog dengan Korea Utara
Prabowo Subianto mengungkapkan Presiden Korea Selatan memintanya membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara.
Soal Satgas MBG Kadin, Prabowo: Penting, Siapkan Kantor Khusus di Istana
Prabowo juga berkelakar saat menyebut nama Wakil Ketua Umum Koordinator Luar Negeri Kadin, James Riady.