TAGAR.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia tengah banyak mengalami cobaan. Namun, pemerintah telah berupaya untuk mengatasi bencana dengan cepat, seperti yang terjadi di Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara groundbreaking PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8).
"Ini saya sampaikan pada kesempatan ini karena kita walaupun menghadapi cobaan, walaupun menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu. Kita buktikan terus," ujar Prabowo.
"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," lanjut dia.
Prabowo mengatakan, sebagai presiden, ia memiliki kewajiban untuk mengelola seluruh aset negara. Karenanya, ia ingin aset negara dikelola dengan baik.
"Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar. Karena itu penyelewengan, korupsi harus kita perangi, harus kita berantas sampai ke akar-akarnya," jelas dia.
"Kita harus punya tekad itu, walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh," sambungnya.
Dengan aset yang dikelola dengan baik itu, Prabowo menilai, penanganan bencana bisa dilakukan dengan maksimal.
"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang? Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu," ungkapnya.
Namun demikian, Prabowo mengaku masih belum puas. Ia ingin pengelolaan keuangan negara terus diperketat.
"Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," kata dia.