TAGAR.id, Jakarta - Produsen pesawat asal Eropa, Airbus, mengurangi target pembuatan pesawat terbang dalam proyeksi tahunannya serta memperlambat produksi di pabriknya.
Namun, perusahaan tersebut ttidak mengubah target finansial mereka pada tahun 2022 ini.
Pengumuman tersebut dirilis pada Rabu, 27 Juli 2022, di saat gangguan pada mata rantai pasokan global berpengaruh pada pendapatan perusahaan di kuartal kedua tahun ini.
Produsen pesawat itu mengurangi target penyerahan pesawat terbang baru untuk 2022 menjadi 700 pesawat dari target semula yang mencapai 720.
Langkah ini datang setelah produsen pesawat terbesar di dunia ini dihadapkan pada tantangan dalam penyerahan pesawat baru akibat kesulitan menyelesaikan mesin pesawat ditambah dengan kurangnya jumlah suku cadang yang tersedia.

Masalah lain juga melanda perusahaan tersebut seperti kesulitan dalam merekrut kembali staf untuk sektor manufaktur pesawat menyusul PHK yang terjadi selama pandemi Covid-19.
Meskipun demikian, Airbus tetap mencatat keuntungan pada 2022 sebesar 1,382 miliar euro, yang merupakan penurunan sebesar 31 persen akibat menurunnya penjualan sebesar 10 persen. (jm/ps)/Reuters/voaindonesia.com. []