Jakarta – Belakangan ini nama Annisa Larasti Pohan kelahiran Boston, Amerika Serikat 20 November 1981, yang merupakan istri seorang politisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi sorotan, lantaran buka tutup akun Twitternya.
Dalam akun pribadi Twitternya Annisa Pohan sering menunjukkan ketertarikkan pada isu-isu nasional. Tak jarang sikapnya di Twitter mengundang kontroversi dan menjadi pusat perhatian publik, sehingga publik sering membanding-bandingkan keluarga Presiden Jokowi dengan keluarga SBY.
Pakar Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai pola komunikasi Annisa Pohan sama dengan almaruhmah Ani Yudhoyono yang memang cenderung terbuka dan responsif dengan berbagai isu dan perdebatan.
“Tetapi jika kita melihat dengan adanya aksi buka tutup akun itu memang menunjukkan ada ruang privasi yang entah itu tidak berkenan di hati atau netizen yang terlalu ekspresif ketika memberi kritikan,” ujar Wasisto Raharjo Jati saat diwawancarai Tagar TV, Senin, 19 Juli 2021.
“Kita perlu tahu kalau Mbak Annisa Pohan ini juga aktif di partai Demokrat yang notabene partai yang besar di Indonesia, ini mempengaruhi gaya perilaku dan komunikasi beliau ketika berkomunikasi dengan publik,” ucapnya.
Tetapi jika kita melihat dengan adanya aksi buka tutup akun itu memang menunjukkan ada ruang privasi yang entah itu tidak berkenan di hati atau netizen yang terlalu ekspresif ketika memberi kritikan.

Wasisto juga mengatakan memang komunikasi yang menggabungkan sisi privasi dengan publik itu tipikal gaya komunikasi kelas pejabat, dimana berusaha menegakkan sisi yang tidak terungkap ke media sehingga publik pun tahu.
“Teruntuk kasus Annisa Pohan ini saya melihat ada semacam sisi seorang ibu rumah tangga yang berusaha menjaga kehormatan suaminya,” ujarnya.
- Baca Juga: Pesan Annisa Pohan untuk Anak Jane Shalimar
Hal itu berarti, kata Wasisto, manakala terjadi semacam aksi bullying atau serangan-serangan cyber yang kurang mengenakkan maka posisi sebagai istri yang menjaga harkat martabat suami itu muncul.
Maka, lanjut Wasisto, dari itu sering terjadi antara ruang privasi dan ruang publik saling bertautan satu sama lain ketika kita melihat komunikasi para pejabat atau para istri pejabat.
Selain itu, kata Wasisto, jika melihat dari latarbelakang Annisa Pohan yang sebelumnya memang sudah bagus, jika ia menyampaikan isu atau komentar yang sifatnya edukatif atau tidak mengundang perdebatan mungkin hal itu lebih banyak diterima dan mendapat respons baik dari masyarakat.
“Ada baiknya kalau nanti mbak Annisa ini lebih condong menyampaikan komentar ataupun postingan yang sifatnya edukatif, kritis tapi konstruktif. Karena itu akan bisa menaikkan karir dari AHY sendiri, karena bisa jadi mulutmu harimau mu,” ujarnya.
Wasisto menyarankan para istri pejabat ada baiknya tidak terlalu aktif di dunia media sosial, karena bagaimanapun juga ketika mereka menyebarkan suatu cuitan atau status mereka akan dilihat publik sebagai representasi dari elit.
”Ada baiknya bagi para istri pejabat atau politisi itu lebih banyak menampilkan aksi di ruang publik. Misalnya seperti Ibu Iriana Jokowi yang mempromosikan kerajinan nasional saya pikir yang seperti itu pati lebih di apresiasi,” ucapnya.
(Selfiana)