Jakarta - Rey Utami resmi bebas dari penjara pada Minggu, 8 November 2020 lalu setelah menjalani masa tahanan selama setahun empat bulan atas kasus "Ikan Asin" yang menjeratnya. Selama di bui, istri Pablo Benoa itu mengaku sempat berusaha bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai lantaran merasa depresi.
"Saat awal-awal masuk dulu kan terbesit ingin bunuh diri. Minum cairan pembersih lantai atau apalah untuk mengakhiri hidup," kata Rey dikutip Tagar dari video YouTube KH Infotainment yang diunggah pada Senin, 16 November 2020.
"Tapi aku ingat ada anak. Juga aku dikuatkan oleh para tahanan disana," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Rey Utami mengaku berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperdalam ilmu agama. Ia juga mengaku pasrah dengan apa yang telah terjadi dan menganggap semuanya sebagai takdir Tuhan yang harus ia terima.
Rey Utami. (Foto: Instagram/reyutami)
Saat ini, perempuan 33 tahun itu mengaku tengah memperbaiki perjalanan hidupnya untuk menjadi jauh lebih baik lagi di masa depan.
"Aku percaya badai pasti berlalu. Aku pasrahkan sambil terus beribadah. Akhirnya sekarang selesai menjalani semuanya, tinggal ke depannya menjadi pribadi lebih baik lagi," kata dia.
"Jujur yang menguatkan itu anak. Kemudian saya ikhlas, istiqomah dan tawakal menerima segala ketetapan. Jadi jangan putus asa," ujar Rey Utami.
- Baca juga: Vicky Prasetyo Cium Kalina Oktarani, Aldi Taher: Stop Maksiat
- Baca juga: Catherine Wilson Resmi Dibui, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Diberitakan sebelumnya, Rey Utami, Pablo Benoa dan Galih Ginanjar harus mendekam di balik terali penjara setelah tersangkut kasus pencemaran nama baik, lewat video "Ikan Asin" yang menyeret nama Fairuz A Rafiq.