Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,02 persen ke posisi Rp16.488 per dolar AS. Meskipun penurunan ini tidak signifikan, namun tetap menjadi perhatian bagi pelaku pasar. Mata uang Garuda ini turun 3 poin dari penutupan sebelumnya.
Mata uang Asia lainnya juga mengalami pergerakan yang bervariasi. Baht Thailand melemah 0,18 persen, won Korea Selatan turun 0,01 persen, yen Jepang melemah 0,24 persen, sementara ringgit Malaysia menguat 0,10 persen. Pergerakan ini mencerminkan dinamika ekonomi regional yang terus berubah.
Pasar uang utama di negara maju juga dibuka dengan pergerakan yang beragam. Poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dolar Australia turun 0,08 persen, sementara dolar Kanada menguat 0,01 persen. Fluktuasi ini menunjukkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati.
Pengamat pasar keuangan, Lukman Leong, mengatakan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh rebound dolar AS setelah rilis data pengangguran dan penjualan rumah AS yang lebih baik dari perkiraan. "Data klaim pengangguran dan penjualan rumah AS lebih baik dari yang diharapkan, sehingga mendorong penguatan dolar AS," jelas Lukman.
Menurut Lukman, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp16.400 hingga Rp16.500 per dolar AS hari ini. Meskipun ada tekanan dari luar, namun stabilitas ekonomi domestik masih menjadi faktor penopang utama. Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan terbaru untuk mengambil keputusan yang tepat.