Sejarah Panahan Indonesia di Asian Games 2026: Emas Kelima dari Busur Nurisa Dian Ashrifah
Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan emas kelima Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus medali emas pertama panahan Merah Putih sepanjang sejarah Asian Games. Target empat emas pun terlampaui.
UZ
Sabtu, 3 Oktober 2026

JAKARTA — Cabang olahraga panahan menambah koleksi medali emas Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang. Pemanah putri Nurisa Dian Ashrifah tampil sebagai pemenang pada nomor compound women's individual setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor 139-137.
Kemenangan yang diraih di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Aichi, pada Kamis (1/10/2026) itu bukan hanya menambah emas kelima bagi Indonesia. Torehan tersebut sekaligus menjadi medali emas pertama panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan Merah Putih di Asian Games, sejak cabang ini resmi dipertandingkan pada 1978.
Sejarah Baru Panahan Merah Putih
Sebelumnya, Indonesia tercatat hanya mampu meraih medali perak dari cabang panahan di tiga edisi Asian Games. Karena itu, emas Nurisa disebut sebagai capaian tertinggi tim panahan Indonesia dan menjadi catatan penting bagi perkembangan cabang tersebut menuju persaingan level dunia.
Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Abdul Razak, menilai keberhasilan itu menjadi momentum penting federasi, terutama karena nomor compound akan dipertandingkan pada Olimpiade mendatang.
"Itu sangat berarti bagi federasi, karena divisi compound sudah dilombakan," kata Abdul Razak di Nagoya.
Menurut Abdul Razak, Nurisa yang akrab disapa Hani merupakan salah satu atlet andalan Indonesia setelah meraih medali emas SEA Games 2025. Performa Hani dinilai masih mampu bertahan sehingga federasi tetap memproyeksikannya untuk meraih medali.
Dalam perjalanan menuju emas, Indonesia harus melewati persaingan ketat, termasuk menghadapi India. "Yang paling berat adalah dengan India. Setelah kami melewati India, kami sudah berani menargetkan medali emas," ujar Abdul Razak.
Target Empat Emas Terlampaui
Emas Nurisa membuat Indonesia memenuhi sekaligus melampaui target empat medali emas. Sebelumnya, empat keping emas Indonesia dipersembahkan oleh cabang bulu tangkis melalui beregu putra dan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, angkat besi lewat Rahmat Erwin Abdullah pada kelas 75 kg putra, serta panjat tebing melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi pada nomor speed putri.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi perjuangan Nurisa yang dinilai mampu tampil tenang dan konsisten hingga partai final. Menurutnya, keberhasilan tersebut memiliki arti ganda: menyumbangkan emas kelima Indonesia sekaligus menciptakan sejarah baru bagi panahan nasional.
Voli Pantai Berpeluang Tambah Emas
Potensi tambahan medali datang dari cabang voli pantai putra. Pasangan Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi melenggang ke final setelah mengalahkan pasangan tuan rumah Jepang, Kota Kurosawa/Taito Mizumachi, dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-18.
Hasil itu membawa Bintang/Sofyan ke partai puncak untuk pertama kalinya pada cabang tersebut. Di babak final, mereka akan berhadapan dengan pasangan unggulan Qatar, Cherif Samba/Ahmed Janko, yang dikenal berpengalaman di level tertinggi, termasuk meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.
Pelatih voli pantai putra Indonesia, Andi Ardiansyah, menyadari beratnya lawan yang akan dihadapi anak asuhnya. "Memang berat, mereka raih perunggu Olimpiade 2020. Tidak gentar, gas terus," kata Andi.
Laga final dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Aichi. Kemenangan akan membawa Indonesia meraih medali emas pertama dari nomor voli pantai putra Asian Games.
Fokus Berlanjut ke Olimpiade 2028
Di saat sebagian atlet masih berjuang, sejumlah atlet Indonesia yang telah menyelesaikan pertandingan tiba di tanah air. Kedatangan mereka disambut Menpora Erick Thohir yang langsung menyerahkan karangan bunga di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Usai gelaran Asian Games, Erick meminta para atlet mengalihkan fokus ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan SEA Games tahun depan. "Saya juga sampaikan, sekarang kita mulai fokus Olimpiade. Tahun 2028 waktu yang tidak terasa," ujarnya.
Ia menambahkan, Kemenpora bersama federasi terkait telah mulai menyiapkan anggaran untuk pemusatan latihan maupun persiapan SEA Games.
Posisi Indonesia di Klasemen Medali
Jelang penutupan Asian Games di Nagoya, Indonesia berada di peringkat 13 klasemen medali dengan raihan lima emas, delapan perak, dan 21 perunggu. China masih kokoh di puncak dengan 154 medali emas, diikuti tuan rumah Jepang dengan 59 medali emas.
Dengan masih berlangsungnya sejumlah nomor, peluang Indonesia menambah pundi-pundi medali, termasuk dari partai final voli pantai, masih terbuka lebar.


