Jakarta, (Tagar 12/4/2018) - Dedy Mawardi, Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, mengatakan Rocky Gerung tengah bermain-main dengan ilmu filsufnya yang keliru dan kering tentang pengetahuan agama-agama terkait pernyataannya yang menyebut kitab suci itu fiksi.

Menurut Mawardi, dalam kamus bahasa Indonesia, kata fiksi itu bermakna rekaan atau imajinasi. Sedangkan kitab suci merujuk pada Al Qur’an, Injil dan kitab-kitab agama lain yang diakui oleh negara Indonesia. 

"Jika merujuk pada apa yang dikatakan Rocky tentang fiksi dan pemaknaan tentang kitab suci, maka bisa ditafsirkan bahwa kitab suci seperti Al Qur’an bagi umat muslim, Injil bagi umat Kristen adalah hasil rekaan atau imajinasi manusia termasuk tentang Tuhan, nabi dan ajaran yang berada di dalamnya adalah hasil imajinasi," kata Mawardi kepada Tagar, Kamis (12/4).

Al Qur’an misalnya, kata Mawardi, bagi umat muslim adalah kitab suci yang harus dijaga kesuciannya dari tafsir-tafsir yang menyesatkan sejak zaman Nabi Muhammad. 

"Karena Al Qur’an itu adalah kumpulan wahyu Allah. Demikian juga dengan umat agama lain. Jadi, kitab suci itu fiksi adalah tafsir yang nyelekit dan ngawur tentang kitab suci. Tafsir yang nyelekit dan ngawur itu perlu untuk diluruskan kembali oleh Rocky Gerung sendiri tanpa harus dimaki, dihujat atau dituntut penjara," ujar Mawardi. (Fet)