Kulon Progo - Semua orang tahu kalau yang namanya bakso sudah pasti berbentuk bulat. Gambaran menyerupai bola pingpong bahkan sudah diperkenalkan melalui lirik lagu yang kita nyanyikan sewaktu kecil.
Namun agaknya berbeda dengan bakso yang satu ini. Bakso Merapi namanya. Bentuknya segitiga, dengan satu sudut meruncing serupa Gunung Merapi.
Unik memang.
Lebih unik lagi, sambal merah pedas penuh biji cabai, serta tetelan daging yang dicacah kasar bakal kita temui saat Bakso Merapi kita belah. Uap panas yang muncul di pori-pori kulit bakso, benar-benar membuat kuliner berkuah ini serupa gunung yang tengah meletus.
Sambal pedas sebagai lava pijar, cacahan daging tetelan sebagai material batu gunung, serta uap panas yang menyertai tiap kita membelah bakso benar-benar menjadikan pengalaman menyantap penganan ini beda dari biasanya.
Kuliner Bakso Gunung Merapi bisa ditemukan di Warung Mi Ayam dan Bakso Pak De Wonogiri. Berlokasi di Desa Margosari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo, membuat siapa saja yang ingin menyambangi tempat ini bisa menemukannya dengan mudah.
Jika datang dari arah Yogyakarta, kita cukup berkendara menuju pertigaan milir dan mengambil jalan menuju SMK N 2 Pengasih, lalu belok kiri ke arah Kantor Polres Kulon Progo saat menemui persimpangan lampu merah.
Selain menyediakan Bakso Merapi yang penyajiannya cukup unik, Warung Mi Ayam dan Bakso Pak De Wonogiri ini juga menjual Bakso Merbabu yang bentuknya lebih melebar dan pendek. Disekelilingnya, sayuran hijau tertata serupa pepohonan di lereng gunung. Sementara bawang goreng dan sayuran hijau di ujung bakso, seolah menjadi puncak pegunungan yang sejuk.
Dua pilihan 'Gunung' di tempat makan ini, sengaja disediakan Khoiruf Af Ida, sang empunya warung, untuk dua kategori pengunjung. Yakni penggemar kuliner pedas dan tidak.
"Bakso merapi memang untuk penyuka pedas. Namun jika tidak suka pedas, jangan khawatir karena bisa makan Bakso Merbabu," kata dia sewaktu Tagar berkunjung ke sana, Senin 29 Juli 2019.
Memang benar, Gunung Merbabu di warung Khoiruf bukan diisi dengan sambal merah menyala. "Didalam Bakso Merbabu berisi telur dan tetelan," kata dia.
Selain dua makanan tadi, Khoiruf rupanya menyediakan juga menu piihan kepada pengunjung yang kurang suka dengan bakso, yakni Mie Ayam dengan ekstra toping kuah daging ayam yang disajikan tiga kali lebih banyak daripada di porsi mie ayam pada umumnya.
"Ide pembuatan Bakso Merapi dan Merbabu, karena saya ingin menciptakan keunikan menu. Agar berbeda, maka tema pegunungan dipilih, sebagai wujud cinta dan dukumgan pada alam sekitar. Kami membuat menu ini, beberapa bulan lalu," kata Khoiruf.
Meski makanan-makanan yang disajikan unik, Khoiruf mengaku tidak menemui kesulitan sama sekali dalam proses pembentukan dua bakso gunung tersebut.
Ia hanya perlu memperhatikan ketebalan bakso saat akan memasukkan racikan cabai di bagian tengahnya, untuk memastikan sambal tidak bocor atau meleleh saat direbus. Proses perebusan hanya cukup memakan waktu 10 - 15 menit, untuk keseluruhan bagian bakso matang dengan sempurna.
Selain menyajikan menu bakso dengan bentuk yang unik, Khoiruf mengaku tetap memperhatikan citarasa pada menu makanan yang ia sajikan. Untuk memastikan bakso berserat namun tetap empuk dan enak di lidah, ia menggunakan campiuran urat dalam proses pembuatannya.
"Respon konsumen sangat bagus pada menu kami, utamanya pada menu bakso merapi dan bakso merbabu. Dalam sehari mampu terjual hingga 200 porsi. Jumlah ini bisa meningkat menjadi 300an porsi pada saat hari libur," kata Khoirul
Harga per porsi yang di banderol untuk menu Bakso Merapi, Rp 25.000, sementara untuk Bakso Merbabu dihargai Rp 22.000 per porsi. Sedangkan untuk menu Bakso Jumbo dan Mie Ayam Ekstra Toping, masing-masing dihargai Rp 11.000 per porsi.
"Kami buka setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Namun sebelum waktu tutup, sering menu-menu unik kami habis dulu, padahal masih banyak yang ingin mencicipi," kata Khoiruf.

Kerap habisnya menu unik di warung Khoiruf memang bukan tanpa alasan. Hal itu terjadi lantaran bentuk runcing bakso Warung Mi Ayam dan Bakso Pak De Wonogiri telah viral di media sosial.
Salah satu pengunjung warung bernama Yunita Purwandari mengatakan, ia penasaran ingin mencicipi Bakso Merbabu setelah melihat unggahan di media sosial. Setelah berhasil, ia mengaku puas dengan rasanya yang terbilang enak.
Menurutnya, sensasi rasa asin dan gurih pada varian bakso tersebut begitu kentara di lidah, sehingga ia memutuskan untuk tidak banyak menambahkan lagi pelengkap penganan seperti saus, sambal dan kecap.
"Saya tertarik mencicipi setelah melihat postingan teman-temannya di media sosial. Menu Bakso merbabu yang dipilih, terrnyata memang mirip Gunung Merbabu," kata perempuan 26 tahun, warga Panjatan Kulon Progo itu.
Sensasi serupa juga dirasakan oleh pengunjung lain bernama Yulifah. Ia menilai, rasa pedas pada varian Bakso Merapi benar-benar terbukti sewaktu ia berkunjung dan mencicipi warung milik Khoiruf ini.
"Saya suka pedas, jadi saya memilih menu Bakso Merapi. Ternyata memang benar enak, dan saya langsung suka," ujarnya.
Yulifah berencana, akan kembali lagi lain waktu dan mengajak suami untuk menikmati kembali menu-menu di warung bakso Pak De Wonogiri.