Jakarta - Dalam tayangan Indonesia Lawyers Club di TV One (ILC TV One), Selasa, 21 Agustus 2019, menghadirkan peserta dari kalangan milenial bernama Sherly Annavita. Dia menjadi bintang dalam acara itu dan menuai perhatian peserta lainnya karena mengkritik Presiden Jokowi.
Sherly menjadi narasumber duduk berdampingan dengan Rocky Gerung, Fahri Hamzah, Fadli Zon dan Maruarar Sirait.
Sherly juga menjadi perhatian karena duduk berdampingan dengan politisi muda PSI Tsamara Amany yang lebih dulu populer.
Saat itu, program ILC TV One sedang mengangkat tema pemindahan ibu kota. Atas tema itu, Sherly mengkritik Jokowi ihwal pemidahan ibu kota.
Dia bilang pemindahan ibu kota bukan suatu solusi dalam pemerataan pembangunan.
"Kalau alasannya ini untuk pemerataan pembangunan, maka saya pikir tentu saja solusi yang harusnya ditawarkan meningkatkan pengawasan perataan pembangunan ke daerah-daerah, bukan memindahkan ibukota ke daerah tersebut," ujar Sherly.
Foto: Instagram/@sherlyannavita)
Lantas, siapa Sherly dan apa prestasinya hingga mengkritik Jokowi?
Gadis kelahiran 12 September 1992 ternyata perempuan yang lahir di Tanah Rencong Aceh.
Sosok Sherly bukan sembarang lantaran beragam prestasi yang pernah diraihnya. Bukan hanya itu Sherly juga menjadi pembicara yang kerap diundang ke berbagai acara anak muda.
Sherly memang dikenal suka memberikan pandangan mengenai politik. Hal tersebut dituangkan ke video di akun YouTube-nya miliknya.
Selain kepintaran akademik, Sherly juga hebat dalam agama. Dia seorang dai sekaligus qori MTQ.
Biodata
- Nama : Sherly Annavita Rahmi
- Lahir : Aceh, 12 September 1992
Orang Tua
- Annafinas (Ayah)
- Yanti Elnida (Ibu)
Pendidikan
Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional semester empat Universitas Paramadina, Jakarta
Prestasi
- Juara pertama Syarhil Quran MTQ tingkat Kota Lhokseumawe, Aceh Utara (2008)
- Juara ketiga pidato Bahasa Jepang tingkat Provinsi di NAD (2008)
- Juara pertama Syarhil Quran MTQ Aceh Utara (2010)
- Juara kedua karya tulis “Menjadi Perempuan Muslim Berkarya” di Kendari, Sulawesi Tenggara (2009)
- Duta Indonesia ‘International Youth Forum’ di Laguna, Filipina 2012
- Best Performance pada acara International Culture Day di Filipina
- Finalis ‘Dai Muda Antv (2012)’ Accepting Fellowship Homestay (Summer Camp) in Australia(2012) []