Jakarta - Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin telah melakukan penghasutan pribumi dan nonpribumi dengan merendahkan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Mereka berupaya mencari opini untuk menghasut pribumi dan nonpribumi.
Sebelumnya, Novel Bamukmin sempat menjawab isu Ahok menjadi Direktur Utama Pertamina. Menurutnya, apabila hal itu benar terealisasi, maka akan berdampak pada pelecehan bagi putra-putri terbaik di Indonesia.
Baca juga: Isu Dirut Pertamina, Posisi Ahok Dinilai Pelecehan
"Mereka berupaya mencari opini untuk menghasut pribumi-nonpribumi. Seperti kita ketahui BTP (Ahok) mampu menyelamatkan uang negara triliunan (Pertamina) menyetor ke negara," kata Norman saat dihubungi Tagar, Rabu, 10 Juni 2020.
Presiden Jokowi bertemu Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kilang TPPI. (Foto: Instagram/basukibtp)
Lantas dia menuding Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) disusupi kelompok PA 212. Sehingga saat Ahok didorong menjadi bos di perusahaan pelat merah, malah mendapat penentangan dari serikat pekerja internal perusahaan tersebut.
"Pertamina tempatnya sarang penyamun. ATM kelompok kadrun yang karyawannya juga banyak ikutan PA 212. FSPPB pun pengurusnya banyak dari kelompok kadrun. Wajar saja kalau gerah kehadiran BTP di Pertamina," kata dia.
Baca juga: Novel Bamukmin Cela Ahok, Ruhut: Suruh Dia Ngaca!
Sementara, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ruhut Sitompul menganggap Novel Bamukmin marah karena iri hati, tak bisa melihat realitas bahwa suami Puput Nastiti Devi itu memang layak mengemban posisi strategis di unit bisnis milik negara.
Sosok yang melejit berkat perannya sebagai tokoh angkuh 'Poltak' Raja Minyak di sinetron 'Gerhana' ini mengatakan, Ahok telah menunjukkan kerja-kerja yang nyata, sehingga pantas menduduki posisi Dirut Pertamina.
"Jadi kenapa marah kalau dia menjadi Dirut Pertamina? Kalian juga kalau kira-kira memang pantas, pasti dipantau. Tapi karena enggak pantas. Biasakanlah, sebelum ngomong ngaca dulu di depan cermin. Itu saja," ucap Ruhut Sitompul.
Sebelumnya, kabar Ahok akan diangkat menjadi Direktur Utama Pertamina santer terdengar. Namun, kabar tersebut dipertentangkan oleh Ketua Media Center PA 212.
"Posisi Ahok walau menjadi Dirut sekalipun adalah bentuk pelecehan terhadap putra-putri bangsa Indonesia karena banyak putra-putri Indonesia yang sangat berprestasi dan profesional di bidangnya serta punya martabat dan berakhlak," kata Novel Bamukmin kepada Tagar, Selasa, 9 Juni 2020. []