Jakarta - Pemerintah saat ini fokus menyiapkan infrastruktur pendukung mobil listrik, termasuk stasiun pengisian bahan bakar. Menunjang hal itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) berkomitmen menambah stasiun pengisian daya listrik.
PLN menargetkan hingga akhir tahun ini akan menyediakan 13 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Jakarta. Salah satunya adalah pengisian daya berteknologi Ultra Fast Charging.
"Ultra Fast Charging-nya ada satu, (kapasitas) 50 kilo watt. Nge-charge 20 menit langsung full," kata General Manager PLN Disjaya, Ikhsan Asaad, saat menghadiri Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Jakarta, Rabu, 4 September 2019.
Kenapa Ultra Fast cuma satu? Kami coba dulu ya. Investasinya cukup mahal, Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar untuk satu Ultra Fast.
Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk kendaraan listrik milik PLN (Foto: Tagar/Thio Pahlevi)
Ikhsan menambahkan, nantinya akan ada sebanyak tiga pengisian daya Ultra Fast Charging berkapasitas 50 kilo watt dan juga 10 pengisian daya normal charging. Namun, saat ini pengisian daya Ultra Fast Charging baru hanya ada satu unit.
"Kenapa Ultra Fast cuma satu? Kami coba dulu ya. Investasinya cukup mahal, Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar untuk satu Ultra Fast," ucap Ikhsan.
Ia juga menilai, langkah ini untuk memberi keyakinan pada masyarakat terlebih dahulu terkait teknologi pengisian daya mobil listrik. Rencananya, PLN akan menambah satu unit pengisian daya Ultra Fast Charging lagi tahun depan.
Di segi penempatannya, Ikhsan Asaad menyatakan bahwa akan melakukan penempatan di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Untuk merealisasikannya, ia juga berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
"Saya lagi minta izin sama Gubernur agar posisinya nanti di dekat Monas biar aksesnya gampang. Targetnya 13 stasiun (SPLU)," kata Ikhsan.
Baca juga:
- Tiga Negara Ini Pakai Mobil Listrik, Indonesia Kapan?
- Empat Mobil Listrik Bebas Aturan Ganjil Genap Jakarta