Jakarta - Kuliner dengan cita rasa pedas semakin populer. Pecinta makanan pedas pun semakin banyak, bahkan termasuk anak-anak. Rasanya tidak pas apabila mengonsumsi makanan yang tidak pedas.
Meskipun makanan pedas sangat menggoda, ini memiliki sisi negatif yang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan. Terutama jika mengonsumsi dalam jumlah banyak dan sering.
Mengutip informasi dari laman Insider, berikut Tagar rangkumkan 9 tanda Anda perlu berhenti makan makanan yang pedas:
Ilustrasi sakit perut karena gangguan pada kesehatan usus. (Foto: Pixabay)
1. Mulas atau Perut Terasa Panas
Mulas terjadi ketika asam lambung naik dan menyebabkan rasa terbakar di dada. Banyak makanan pedas mengandung senyawa yang disebut capsaicin yang memperlambat laju pencernaan.
Karena hal itu, makanan akan bertahan lebih lama di perut dan meningkatkan risiko mulas.
2. Wajah Mengalami Breakout
Salah satu efek samping dari makan makanan pedas adalah dapat meningkatkan kemungkinan munculnya jerawat. Usai menyantap makanan pedas, suhu tubuh naik dan menghasilkan keringat yang memicu pelepasan minyak di kulit.
Kotoran dan bakteri terperangkap oleh minyak tersebut, memperburuk kondisi kulit seperti kemerahan, jerawat, bahkan eksim.
3. Diare
Bumbu pedas adalah salah satu sumber diarep paling umum yang disebabkan oleh makanan. Capsaicin dalam beberapa makanan pedas dapat mengiritasi lapisan lambung atau usus yang memiliki efek pencahar pada beberapa orang karena makanan tersebut masuk melalui sistem pencernaan.
4. Bau mulut
Makanan pedas bisa menjadi salah satu sumber bau mulut. Saat mengalami mulas karena makanan pedas, isi perut akan naik kembali ke kerongkongan yang dapat menyebabkan keluarnya gas berbau tidak sedap dari mulut Anda.
Ilustrasi susah tidur atau insomnia. (Foto: Tagar/Getty Images)
5. Insomnia
Dikarenakan makanan pedas dapat menyebabkan mulas, kondisi ini bisa bertambah parah saat Anda mencoba untuk tidur. Rasa tidak nyaman akibat mulas bisa membuat Anda sulit tidur. Untuk menghindarinya, usahakan untuk tidak makan makanan pedas terlalu larut malam, dan jangan duduk terlalu lama setelahnya.
Daripada duduk, disarankan untuk bangun dan berjalan-jalan.
6. Sakit Tenggorokan atau Kehilangan Suara
Makan makanan pedas dapat menyebabkan pita suara terangsang dan membuat Anda bersuara parau. Selain mengiritasi tenggorokan, makanan pedas bahkan bisa lebih merusak karena dapat memicu refluks asam.
7. Kehilangan Nafsu Makan
Beberapa penelitian menemukan bahwa makanan pedas dapat mengurangi nafsu makan karena orang merasa lebih puas setelah makan makanan panas dan pedas.
Meskipun menahan nafsu makan merupakan cara yang mudah untuk menurunkan berat badan, tidak disarankan untuk makan makanan pedas setiap hari.
Jika melakukannya secara berlebihan, kehilangan nafsu makan bisa menjadi masalah yang lebih serius.
8. Muncul Tanda-tanda Gastritis Akut
Gastritis terjadi ketika ada peradangan di lapisan perut dan bisa disebabkan oleh makan makanan pedas. Kebanyakan orang mengalami gastritis akut, yang berarti datangnya tiba-tiba dan bersifat sementara.
Gejalanya berupa mual, muntah, dan perasaan kenyang di perut bagian atas setelah makan. Untuk menghindari kerusakan pada perut, cobalah untuk mengurangi jumlah makanan pedas yang Anda konsumsi.
9. Berkeringat
Berkeringat setelah makan makanan pedas adalah respons yang wajar. Ini adalah cara tubuh mencoba mendinginkan Anda setelah capsaicin dalam makanan pedas mengirimkan sinyal ke otak yang mengatakan bahwa Anda terlalu panas.
- Baca juga: 4 Jenis Makanan yang Dapat Mengganggu Kesehatan Usus
- Baca juga: Rekomendasi 13 Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil
Jika ingin melawan atau mengurangi efek capsaicin, Anda bisa mencoba minum susu. Faktanya, minum atau makan produk susu apa pun bersama dengan makanan pedas dapat menenangkan dan mendinginkan. []
(Okky Pratiwi)