UNTUK INDONESIA
Tata Cara Pernikahan di Tengah Wabah Corona
Orang-orang harus menjaga jarak sosial di tengah wabah corona Covid-19. Lantas, bagaimana calon pasangan yang memutuskan menikah dalam situasi ini?
Ilustrasi - Pernikahan. (Foto: Pixabay/toanmda)

Jakarta - Pakar Kesehatan dr. Vito Anggarino Damay mengatakan para pasangan yang memutuskan menikah di tengah wabah corona Covid-19 saat ini, tidak perlu menggelar pesta pernikahan. Tidak perlu menyebar undangan. Karena bahaya corona Covid-19 semakin mencekam dengan mudahnya penyebaran virus tersebut.

"Untuk sementara ini hindari kerumunan. Kalau pernikahan secara formal saja ya masih bisa. Resepsinya ditunda," kata Vito Anggarino Damay saat dihubungi Tagar, Rabu, 25 Maret 2020.

Vito Damay mengingatkan semua orang harus tetap menjaga jarak minimal satu meter agar tidak mudah terpapar virus. Hindari juga kebiasaan menyentuh wajah. Saat batuk dan bersin, tutup dengan lengan. Sebab virus corona memiliki potensi penyebaran yang cepat dan tidak mudah dideteksi.

"Tidak bersalaman atau menyentuh muka. Etika batuk atau bersin dijaga menggunakan lengan bagian dalam atau sapu tangan," ujarnya.

Kalau pernikahan secara formal saja ya masih bisa. Resepsinya ditunda.

Saat ini hampir di seluruh negara di dunia telah ditemukan kasus pandemi virus corona Covid-19. Sebanyak 186 negara melaporkan warganya terinfeksi virus mematikan dari China itu.

Data dikutip dari www.worldometers.info/coronavirus, pada Rabu, 25 Maret 2020 hingga pukul 14.00 WIB, mencatat 423.469 kasus. 295.407 positif virus corona Covid-19 dengan angka kematian 18.909 jiwa dan dinyatakan sembuh 109.153 di seluruh dunia.

Di Indonesia, jumlah kasus telah mencapai 790 terkonfirmasi positif dengan perincian 701 dalam perawatan, 31 sembuh, 58 meninggal, data Kementerian Kesehatan hingga Rabu, 25 Maret 2020, pukul 15:30.

"Yakinlah pemerintah bekerja dengan keras dan siapa pun yang sedang melaksanakan isolasi atau masyarakat yang membutuhkan informasi silakan ada hotline di 119 ext. 9 dan di beberapa layanan online di Indonesia yang terkait dengan Covid-19," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020.

Indonesia menempuh kebijakan social distancing, menjaga jarak sosial. Anak-anak sekolah belajar di rumah. Pegawai negeri dan swasta bekerja di rumah. Acara-acara kelompok di ruang publik ditiadakan. Pemerintah membeli alat kesehatan dan obat-obatan di China. Semua dalam rangka menyembuhkan pasien corona, memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19. []

Baca juga:

Berita terkait
Apakah Gigitan Nyamuk Bisa Menularkan Corona?
Virus corona Covid-19 bisa bertahan di udara selama 3 jam, bisa menempel pada benda apa saja. Apakah gigitan nyamuk bisa menularkan corona?
Apakah Berenang Bisa Menularkan Corona?
Corona membuat orang-orang menjadi cemas, khawatir terinfeksi virus yang tak terlihat oleh mata tersebut. Apakah berenang bisa menularkan corona?
Boleh Vs Tidak Boleh Dilakukan Saat Social Distancing
Social distancing di tengah wabah corona Covid-19, menjaga jarak sosial, hindari kerumunan, di rumah saja. Ini yang boleh vs tidak boleh dilakukan.
0
Pencuri 360 Boks Masker di RSUD Cianjur Orang Dalam
Pencuri 360 boks masker di RSUD Pagelaran Cianjur merupakan pegawai di bagian pelayanan medik, mereka sudah ditangkap polisi