Jakarta – Produsen kendaraan elektrik AS, Tesla, pada Minggu, 2 Januari 2022, mengatakan telah mengirim hampir satu juta kendaraan pada tahun 2021. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari capaian perusahaan itu pada 2020. Keadaan itu lebih baik dari perkiraan meski terjadi kemacetan rantai pasokan di seluruh dunia.
Tesla mengirim lebih dari 936.000 mobil semua model pada 2021. Angka itu menandai pertumbuhan sebesar 87,4% dari tahun sebelumnya. Produsen mobil itu melampaui target yang diumumkan pada Januari tahun lalu, yakni meningkatkan pengiriman mobil sebanyak 50% rata-rata per tahun selama beberapa tahun ke depan.

Tesla, yang memilih untuk memindahkan markasnya dari Palo Alto di California ke Austin, Texas, menjual 911.208 model 3 dan Y, dan 24.964 model S dan X yang lebih mewah.
Pada kuartal keempat saja, sebanyak 308.600 mobil dikirim. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 0,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pada kuartal kedua, Tesla, untuk pertama kali mengirim lebih dari 200.000 mobil, yaitu sebanyak 201.250.
Mobil Tesla yang mempunyai autopilot. (Foto: Tagar/Unsplash/@ort)
Tesla mampu terhindar dari isu-isu logistik global yang telah melanda seluruh industri otomotif. Elon Musk sebelumnya mengatakan ia mampu mengatasi kelangkaan semikonduktor dengan menggunakan desain cip baru dan memformat ulang piranti lunak (vm/rs)/AFP/voaindonesia.com. []
Mengapa Bos Toyota Kecam Tesla, Ternyata Ini Rahasianya
Tesla Tarik 675.000 Mobil di Amerika dan China
Elon Musk Pernah Ingin Jual Tesla ke Apple, Tim Cook Cuek
Picu Kekhawatiran Tentang Fitur Video Game di Tesla