Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin, mengatakan isu kudeta yang menimpa nama Ketua Umum partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bukan hal yang asing lagi di Indonesia.
Ia mengatakan bahwa pada 2014 lalu Partai Golkar dan PPP juga pernag mengalami hal serupa, bahkan selain dua partai itu Partai PAN juga pernah mengalami hal yang sama. “2014 lalu Golkar dipecah dengan PPP, goyangan perebutan kekuasaan di suatu partai itu memang ada dan sering terjadi. Bahkan Pak Amien Rai situ juga dikudeta,” kata Ujang kepada Tagar TV pada Kamis, 4 Februari 2021.
Menurutnya ini adalah resiko perjuangan dari sebuah partai yang tidak ada di dalam pemerintah, atau resiko partai yang oposisi pemerintah. Permainan goyan kudeta sudah pasti akan terjadi kepada partai yang tidak masuk wilayah pemerintah.
“Dulu ada juga Berkarya yang diambil alih oleh pemerintah dengan cara KLB, jika berkaca dari situ maka hal ini sudah sangat nyata terjadi, yang terjadi saat ini Partai Demokrat sedang digoyang oleh pemerintah, bahkan nama yang dicatut sangat dekat dengan pemerintah,” ujarnya.
Pengiriman surat ini langsung direspon oleh publik. Apapun konteksnya kudeta adalah proses demokrasi yang tidak sehat di suatu negara,
Ujang mengatakan bahkan Partai Demokrat sendiri sudah memberikan nama-nama yang terlibat dalam kudeta kali ini. Nama itu sangat dekat dengan lingkaran Presiden Jokowi dan bahkan mencatut nama Jokowi dengan sebutan ‘Pak Lurah’.
Ia menjelaskan perbedaan kasus antara kudeta Partai Berkarya dan Demokrat adalah kudeta Partai Demokrat lebih dibuka, sedangkan kudeta Partai Berkarya terjadi sangat senyap dan tidak tunjukan kepada publik.
“Menariknya AHY langsung menyurati Presiden dengan mempertanyakan apakah betul orang disekitar Jokowi terlibat dalam kudeta ini, dan ini adalah strategi juga. Pengiriman surat ini langsung direspon oleh publik. Apapun konteksnya kudeta adalah proses demokrasi yang tidak sehat di suatu negara,” jelasnya.
Ia berharap kedepannya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Indonesia dan bagi yang mengkudeta AHY, kelak akan menerima karma. []
Baca juga: