UNTUK INDONESIA
Warga Positif Corona, Padang Tiadakan Salat Jumat
Pemerintah Kota Padang memutuskan untuk meniadakan salat Jumat. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah. (Foto: Tagar/Muhammad Aidil)

Padang - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengumumkan lima orang warganya positif terjangkit virus corona (covid-19), Kamis, 26 Maret 2020. Empat dari pasien itu dikabarkan dirawat di RSAM Bukittinggi, satu lainnya di ruang isolasi RSUP M Djamil Padang.

Salah satu alasan pelaksanaan salat di rumah adalah kondisi Kota Padang yang terpapar dan rawan penularan virus corona.

Menyikapi kasus itu, Pemerintah Kota Padang memutuskan untuk meniadakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat salat zuhur di rumah masing-masing. Kebijakan itu lahir setelah Pemko Padang menggelar rapat gabungan bersama seluruh jajaran Forkompimda di Balai Kota Padang, Kamis, 26 Maret 2020.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, peniadaan salat Jumat akan berlangsung hingga 14 hari ke depan. "Ini sebagai penerapan distancing social sebagai bentuk antisipasi pencegahan virus corona," katanya.

Dari lima pasien positif corona dari Sumbar, kata Mahyeldi, satu di antaranya merupakan warga Kota Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

"Salah satu alasan pelaksanaan salat di rumah adalah kondisi Kota Padang yang terpapar dan rawan penularan virus corona," katanya.

Hal ini sejalan dengan Majelis Ulama Islam (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) juga telah mengeluarkan maklumat dengan mengimbau masjid-masjid di daerah rawan terjangkit virus corona di Sumbar untuk tidak melaksanakan salat berjemaah, termasuk salat Jumat.

Dalam maklumat dan taushiyyah nomor 003/MUI-SB/III/2020 tertanggal 26 Maret 2020 itu, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar mengatakan pihaknya mengimbau tidak menggelar salat jumat termasuk di Masjid Raya Sumbar. Warga bisa mengganti ibadah tersebut dengan salat zuhur di rumah masing-masing.

Umat Islam diimbau untuk tidak menyelenggarakan kegiatan pengajian atau mendatangkan orang banyak di masjid, musala, dan surau. Namun para muazin tetap diimbau mengumandangkan azan pada saat salat lima waktu dengan mengimbau melaksanakannya di rumah.

"Pertimbangan itu diambil karena wilayah Sumbar semakin berjangkitnya virus corona karena temuan 5 orang positif. Sehingga perlu diterapkan cara ibadah saat adanya wabah berdasarkan tuntutan Rasulullah," katanya. []


Berita terkait
ODP Corona Sumbar 616, Bertambah 133 Orang
Angka orang dalam pemantauan (OPD) corona di Sumatera Barat meningkat sebanyak 133 orang.
IPW: Pemukulan Polisi di Sumbar Coreng Nama Polri
Kasus dugaan pemukulan seorang perwira polisi terhadap tiga bintara di Polres Padang Pariaman, dinilai mencoreng nama institusi Polri.
Polisi Pemukul 3 Junior di Padang Pariaman Ditahan
Perwira polisi yang diduga melakukan pemukulan terhadap tiga bintara di Polres Padang Pariaman ditahan di Polda Sumbar.
0
Warga Positif Corona, Padang Tiadakan Salat Jumat
Pemerintah Kota Padang memutuskan untuk meniadakan salat Jumat. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.