TAGAR MISTERI
jangan dibaca sendirian
episode 1 dari 6
Tempat yang Tidak Ada di Peta
Perjalanan yang seharusnya menjadi pelarian justru menjadi awal dari sesuatu yang tidak masuk akal. Seorang pria melakukan solo camping dua malam di hutan yang direkomendasikan warga desa, tanpa tahu bahwa warga itu sempat terdiam lama sebelum menunjukkan jalan.

- 01
Jalan Terakhir Sebelum Hutan
Aku memutuskan solo camping dua malam di Hutan Sirewang, tempat yang tidak ada di peta. Di warung terakhir sebelum hutan, seorang lelaki tua berubah wajah begitu mendengar jawabanku: "Dua malam." Ia berpesan satu hal — jika ada yang memanggil dari luar tenda, jangan dijawab, apalagi jika suaranya mirip orang yang kukenal. Malam itu, dari arah hutan, seseorang memanggil namaku dengan suara ayahku yang sudah meninggal tujuh tahun lalu.
0 bergambar
- 02
Papan Penunjuk yang Dipaku Terbalik
Malam pertama di Hutan Sirewang kulewati tanpa menjawab suara yang memakai nama ayahku. Pagi berikutnya, di tengah jalur tanpa peta, aku menemukan papan kayu tua dengan panah yang menunjuk arah berlawanan dari langkahku. Kuabaikan sebagai penanda lapuk. Beberapa menit kemudian aku melewatinya lagi — dan tulisan di papan itu sudah berubah.
0 bergambar
- 03
Tanah yang Terlalu Bersih
Di hari kedua di Hutan Sirewang, aku menemukan lapangan kecil yang terlalu sempurna: tanpa semak, tanpa ranting, tanahnya seperti baru dibersihkan. Mengelilinginya, puluhan pohon bergores sejajar setinggi wajah manusia — semuanya menghadap ke tendaku. Malam itu, sesuatu mengukur tinggi wajahku dari balik kain tenda. Paginya, satu pohon di sisi utara masih mulus, belum tergores.
0 bergambar
- 04
Orang yang Berdiri Terlalu Jauh
Setelah memasang pasak terakhir, aku melihat seseorang berdiri di antara pepohonan — tidak bergerak meski kupanggil. Saat aku menoleh hanya untuk mengambil botol minum, sosok itu lenyap. Di tanah tempatnya berdiri, ada sepasang sandal basah menghadap ke arah tendaku. Malam itu, dari luar tenda, sebuah suara memanggilku dengan nada yang terlalu akrab.
0 bergambar
cerita berlanjut
Episode 2: Ada yang Berjalan Mengitari Tenda